Problem Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini

Nama: Najmatullail Azzahra
Nim: 209220010

A. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Pengertian PAUD Pengertian anak usia dini memiliki batasan usia dan pemahaman yang beragam, tergantung dari sudut pandang yang digunakan. Secara tradisional pemahaman tentang anak sering diidentifikasikan sebagai manusia dewasa mini, masih polos dan belum bisa apa-apa, atau dengan kata lain belum mampu berpikir. Pemahaman lain tentang anak adalah merupakan manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan.

B. Problematikan Pendidikan Anak Usia Dini
1. Memanjakan Anak
Memanjakan anak adalah perilaku yang tidak baik bagi perkembangan kepribadian anak, yang sering digunakan untuk segala macam hal yang buruk, dan memberikan kasih sayang yang sangat berlebihan sampai memberikan apa saja yang menyenangkan anak mislanya dengan memberikan sesuatu dengan harga yang super mahal dan mewah. Sikap memanjakan anak dapat terlihat dari pemuasan kebutuhan anak secara berlebihan, serta kurangnya pengawasan dari orang tua.
2 anak
Kebanyakan orang tua kurang menyadari bahwa sesungguhnya anak-anak sensitif terhadap perasaan orang tua. Apabila seorang anak tidak disukai oleh orang tuanya, maka ia akan breaksi. Membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain akan membuat kecil hati anak yang dibandingkan. Mental anak jatuh, dan membuatnya semakin tertakan. Keadaan ini sangat merugikan perkembangan jiwa anak. Membanding-bandingkan kemampuan, pribadi, atau penampilan anak seorang anak dengan orang lain hanya akan mempertajam persaingan, perbedaan, permusuhan, dan kebencian antar anak-anak. Bahkan kadang-kadang orang tua terlalu menuntut pada anak untuk menjadi yang terbaik, sementara potensi anak yang dimiliki tidak memadai.
3. Melakukan kekerasan terhadap anak
Tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua kepada anaknya memiliki dampak yang dapat merugikan perkembangan anak. tindakan kekerasan tidak selalu berupa kekerasan secara fisik yang berupa pukulan dan hukuman lain yang menyebabkan anak cacat, akan tetapi kekerasan dapat pula berupa kekerasan mental, seperti membentak dan mengancam, memanggil anak dengan kasar dan panggilan bodoh, malas dan sebagainya. Dan ternyata membentak anak merupakan jenis kekerasan yang sering dilakukan oleh orangtua di rumah. Bahkan, bayi pun sering kena bentakan orangtuanya.
4. Pilih kasih
Semua orang tua ingin memberi sesuatu yang terbaik buat anaknya demi masa depannya. Dalam mengupayakan hal ini disadari atau tidak, terkadang orang tua sering melakukan hal-hal yang dapat melukai perasaan anak, yakni melakukan tindakan pilih kasih terhadap anak. Dan terkadang ketika orang tua telah berusaha membuat anak-anak merasa sama-sama dicintai pun, anak-anak menyalahkan orang tua yang menunjukkan sikap pilih kasih. 
5.Janji yang tidak di tepati
Semua orang tua tentu ingin anaknya bahagia. Salah satu carany adalah menjanjikan suatu hal kepada mereka. Anak pasti merasa senang jika orang tuanya berjanji akan memberi hadiah atau mengajaknya pergi ketaman hiburan. Membayangkan senangnya mendapat hadiah atau asyiknya berjalan-jalan membuat anak menanti-nantikan janji itu dengan sepenuh hati. 
6. Dipaksa disiplin
Setiap orang tua meyakini bahwa pembentukan disiplin pada anak merupakan sebuah proses yang harus mulai ditanamkan sedini mungkin. Orang tua tentu berusaha mengajarkan disiplin kepada putra-purinya dengan cara menanamkan tingkah laku yang dianggap baik dan menghindari tingkah laku yang buruk. Dalam rangka mendisiplinkan anak, setiap keluarga mempunyai peraturan yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Peraturan tersebut dapat bermacam-macam, mulai dari tata cara makan hingga sopan santun dalam keluarga. Aturan-aturan yang diterapkan setiap keluarga mungkin berbeda-beda.
7.Cemburu pada saudara
Rasa cemburu antara adik dan kakak dalam sebuah keluarga merupakan hal yang wajar. Cemburu tersebut merupakan reaksi normal yang dialami manusia karena takut akan kehilangan kasih sayang atau persaan terancam kehilangan yang disayangi. Hal ini wajar dialami oleh seorang anak yang akan memperoleh adik baru. Bagi kakak, sang adik dianggap sebagai saingan yang akan merebut cinta kasih dan perhatian orang tua yang selama ini ia dapatkan. Rasa cemburu muncul karena ia merasa khawatir akan kehilangan apa yang selama ini ia dapatkan dari orang tuanya. 
8. Meniru 
Menurut Dr. Elizabeth Hurlock, keluarga berpengaruh pada pemberian nilai, pengatahuan, dan perilaku anak. Sikap orang tua berpangaruh pada perilaku anak. Menurut Turner, anak akan mengembangkan sifat pemarah jika mereka memilki orang tua yang pemarah. Selain itu, pengaruh teman sebaya dan televise berperan dalam membentuk perilaku marah anak. Dengan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu pada orang lain, anak juga akan bereaksi dengan ekspresi yang sama dengan orang yang diamatinya.
9.Orang tua terlalu mendikte
Kebiasaan orang tua mengatur semua keperluan anak dapat membuat anak menjadi tergantung kepada orang tua. Anak pun menjadi tidak mandri dan cenderung mengandalkan orang tua, serta tidak mau berusaha sendiri karena ia berpikir bahwa orang tuanya akan selalu ada untuk membantu. Hal ini akan dapat dipengaruhi pada masa dewasa anak. Ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang tergantung pada orang lain.
10.Anak suka berkata kotor
Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari sering menemukan anak usia dini yang suka berkata kotor atau berkata dengan tidak sopan. Kata-kata kotor yang diucapkannya pada dasarnya keluar karena memang ia sering mendengarkan kata kata tersebut dari orang- orang yang ada disekitarnya, termasuk dari orang tuanya. Biasanya kata-kata kotor dikeluarkan oleh seseorang ketika menghadapi situasi ataupun kondisi yang tak diinginkannya. 
11. Anak suka bohong
Pada anak yang lebih besar (lima sampai tujuh tahun), bohong merupakan bagian dari strategi mereka untuk memecahkan persoalan dan menghindari hukuman. Kebohongan sudah dilakukan dengan kesengjaan, dalih yang mereka buat sudah lebih masuk akal. Pada usia ini sesekali anak tidak ragu untuk mentes keterampilan untuk berbohong. Di usia-usia ini anak sudah bisa berbohong dengan sangat meyakinkan. Mereka menutupi ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka, sehingga membuat orang tua lebih muda percaya.
12.Kecemasan karena berpisah
Timbul kekhawatiran yang berlebihan dari pihak orang tua tentang kondisi anaknya. Akibatnya muncul keragu-raguan dalam mendidik anak, sehingga akan mengembangkan sikap ragu-ragu serta rasa tidak percaya diri. Oleh karena itu orang tua didorong untuk tidak terlalu protektif dan mengekang anak serta dianjurkan untuk membiarkan anaknya berkembang secara normal. Kecemasan karena berpisah mungkin anak mengalami stress. Kebanyakan anak akan mengalami kecemasan jika berada dalam situasi yang tidak dikenalnya dengan baik, terutama jika bepisah dengan orang tuanya. 

13. Solusi Perkembangan Anak Usia Dini (AUD)
1. Kesiapan orang tua
Cara berpikir moral kognitif melalui pertimbangan moral yang harus menjunjung tinggi dan membela nilai-nilai kemanusiaan juga belandas pada prinsip. Oleh karena itu, pembentukan kepribadian anak dirumah melalui peningkatan pertimbangan moral anak yang dilakukan oleh orang tua juga harus berlandas pada prinsip kemerdekaan, kesamaan dan saling terima. Artinya apa pun yang dipikirkan dan dilakukan oleh orang tua di rumah dalam interaksi dan komunikasinya harus dapat dikembalikan pada nilai-nilai kemerdekaan, kesamaan, dan saling terima.
2. Membangun hubungan dengan anak
Orang tua sangat disarankan untuk membangun hubungan baik dengan anak. Bahkan menurut Runkel The Revolutionary Approach To Raising Your Keeping Your Cool, (pengasuhan yang bebas dari teriakan: pendekatan revolusioner untuk meningkatkan anak dengan menjaga emosi, dalam pertarungan hubungan, tidak ada pemenang, yang ada hanya korban saja. Orang tua memiliki hubungan yang kuat dengan anak-anak mereka melakukan penyetoran yang jauh lebih besar dari penarikan setiap harinya
3. Mendengarkan anak
Cara lain anak agar hormat dengan orang tuanya adalah dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka. Anak-anak merasa senang jika didengarkan. Orang dan anak terkadang duduk bersama, mewarnai dan membicarakan hal-hal yang sangat sepele bagi orang tua, tetapi menurut anakanak penting. Sama pentingnya juga, jika anak tahu bahwa orang tua bersedia mendengar, maka anak akan menghamipri orang tuanya dan membicarakan apa yang ada dalam pikiran mereka. Biasanya anak memanfaatkan waktu yang orang tua tak duga-duga, seperti pada saat orang tua menyiapkan makan malam atau menyapu halaman.
4. Membiasakan memuji anak
Sebagai orang tua harus menjadikan kebiasaan sehari-hari untuk mencari dan mengidentifikasi usaha anak untuk berprilaku baik, dan menanggapi dengan perhatian positif. Semakin cepat orang tua membiasakan memuji anak tanggapan tanpa sadar terhadap prilaku anak yang disukai, semakin cepat anak akan mulai meningkatkan dirinya demi mendapatkan perhatian positif dan akan berhenti menjadi tukang perintah yang tidak menyenangkan.
5. Peluk dan cium anak
Orang tua harus selalu mengayun, memegang, memeluk dan mengasihi anaknya. Sentuhan orang tua akan mendorong perkembangan otak yang sehat, jaringan neuron atau sel otak, menumbuhkan indra pengalaman kita dan mulai membentuk pola-pola untuk pembelajaran. Orang tua harus mengambil waktu untuk mengayun, memeluk, memegang dan mencintai anaknya. Hal ini tidak hanya memberikan rasa aman untuk anak, tetapi juga dapat menyebabkan perkembangan otak yang sehat. Memberikan sinyal yang hanya diketahui oleh anak untuk melambangkan cinta dan kasih sayang satu sama lain. 
6. Meningkatkan motivasi anak
Anak-anak pada umumnya mempunyai keinginan yang luar biasa dan sulit dicegah. Ia akan mati-matian apapun harus dilakukan dan bagaimana pun sulitnya akan dijalankannya. Dalam hal ini orang tua memberikan kepercayaan kepada anak, namun tetap siap memberikan bantuan jika diperlukan.
7. Kelilingi anak dengan lingkungan yang tenang
Orang tua wajib memberikan lingkungan yang tenang terhadap anaknya, karena dengan lingkungan yang tenang akan sangat membntu perkembangan pada otak anak. Orang tua harus memahami akan efek dari warna pada otak anak, ketika memutuskan warna apa yang akan dipakai untuk mengecat kamar anak. Warna yang menyenangkan bagi mereka yang lebih mungkin yaitu warna pastel, seperti warna hijau atau warna-warna yang sangat terang. Karena fakta yang perlu diingat anak akan menggunakan ruangan yang sama untuk bermain dan tidur.
8. Menekankan hal-hal positif
Sebagai orang tua harus memastikan dan menyediakan lingkungan yang positif di dalam rumah. Setiap anggota keluarga harus selalu menanti/berharap pulang kerumah untuk pulan kerumah setiap hari. Ramah harus selalu aman dan baik secara fisik dan psikologis, dan bebas dari ancaman. Senyum, tawa, hubungan yang akrab, dan rasa memiliki harus melekat dalam intraksi seharihari yang terjadi sehingga bahkan ketika orang tua berbicara dengan anak yang mungkin tidak sesuai dengan keinginana mereka, anak-anak akan mengetahui bahwa orang tua memiliki kepentingan yang terbaik dihati mereka.

Postingan populer dari blog ini

Hakikat belajar Aud kelompok 4

Pendekatan Pembelajaran Anak Usia Dini

Sejarah Pendidikan Anak Usia Dini