Kecerdasan Pada Anak Usia Dini

Nama: Najmatullail Azzahra
Nim: 209220010

Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam mengolah kata atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Orang yang cerdas dalam bidang ini dapat berargumentasi,meyakinkan orang, menghibur atau
mengajar dengan efektif lewat kata-kata yang diucapkan.
Berdasarkan hal tersebut di atas dapat dinyatakan bahwa kecerdasan linguistik anak dapat dikembangkan dengan media pembelajaran yang menarik perhatian anak. Adapun kecerdasan anak seperti kecerdasan musical,Para ahli mengatakan bahwa musik adalah jendela hati dan merupakan bahasa universal. Dengan musik orang dapat mengungkapkan isi hatinya, bahkan dengan musik pula orang dapat mempengaruhi hati. Kecerdasan ritmik musikal adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan nada didalam benaknya, untuk mengingat irama, dan secara emosional terpengaruhi oleh musik. Kecerdasan musikal merupakan suatu alat yang potensial karena harmoni dapat masuk kedalam jiwa seseorang melalui tempat-tempat yang 
tersembunyi didalam jiwa (plato). 

A. Kecerdasan Linguistik 
Menurut Howard Gadner kecerdasan adalah kemampuan untuk memcahkan masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu. Edourd Claparede, seorang pakar psikologi Prancis medefinisikan intelegensi adalah penyesuaian diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. Kecerdasan linguistik berkaitan dengan kata-kata baik lisan maupun tertulis beserta dengan aturan-aturannya. Pandai berbicara, gemar bercerita, dengan tekun mendengarkan cerita atau membaca merupakan tanda anak yang memiliki kecerdasan linguistik yang menonjol. Kecerdasan ini menuntut kemampuan anak untuk menyimpan berbagai informasi yang berarti berkaitan dengan proses berpikirnya. 

Kecerdasan linguistik memiliki komponen inti kepekaan terhadap bunyi, struktur, makna, fungsi kata. Apabila diberikan stimulus yang sesuai, akan muncul kompetensi membaca, menulis, berdiskusi, berargumen, dan berdebat. Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam mengolah kata atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Orang yang cerdas dalam bidang ini dapat beragumentasi, meyakinkan orang, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata. yang diucapkannya.

Kecerdasan linguistik mengacu pada kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan pikiran-pikiran ini dalam berbicara, membaca, dan menulis. Individu yang cerdas secara linguistik. menonjol dalam berkata-kata, baik lisan maupun tulisan. Kiat-kiat mengembangkan kecerdasan linguistik pada anak sejak usia dini mencakup:
1. Memperdengarkan dan memperkenalkan lagu anak-anak.
2. Bermain peran.
3. Membacakan cerita atau dongeng sesuai situasi dan kondisi.
4. Mengajak anak berbicara sejak bayi.
5. Permainan tebak kata.
6. Membuat pantun

B. Karakteristik Kecerdasan Linguistik
Untuk melihat lebih jelas tentang ciri yang melekat pada orang yang memiliki kecerdasan dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Menulis lebih baik dari anak-anak seuisanya.
2. Suka berbicara dan menyampaikan cerita yang lucu
3. Mempunyai memori yang baik untuk nama, tempat atau hal-hal sepele.
4. Senang bermain kata
5. Senang membaca buku.
6. Mampu mengucap kata secara akurat untuk anak-anak seusianya.
7. Suka mendengar kata-kata lisan (cerita, komentar dalam radio, dan bukubuku audio).

C. Aspek-aspek Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik meliputi empat aspek yaitu sebagai berikut:
1. Mendengar
Bagi orang-orang yang bisa mendengar, suara memberikan pengalaman pertama pada bahasa manusia.
2. Berbicara
Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui belajar dan berkomunikasi dengan
orang lain. Berbicara yang efektif tidak hanya melibatkan kata-kata yang digunakan nada
suara, ekspresi wajah, sika dan gerakan tubuh.
3. Membaca
Membaca melibatkan belajar memahami dan menggunakan bahasa, khususnya bentuk
bahasa tulis. Berbicara sering merupakan proses bicara yang alami, sementara membaca
memerlukan usaha dan pembelajaran tertentu. Dalam kelas besar, penting bagi guru
untuk mengidentifikasi tingkat perkembangan dan minat setiap siswa, kebiasaan untuk
malas membaca dapat berubah ketika mereka diberikan kesempatan untuk membaca
buku sesuai dengan minat mereka.
4. Menulis
Kegiatan menulis tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bahasa lainnya.Menulis didorong oleh kegiatan berbicara, mendengar dan membaca. Memasukkan kegiatan seni bahasa dalam semua area muatan dapat membantu peserta didik dalam berkomunikasi lebih efektif dan belajar secara menyeluruh. Peserta didik dalam kegiatan menulis dapat mengembangkan perasaan dan merasakan kegiatan menulis sebagai tindakan yang relevan terjadi di antara diri sendiri, orang lain dan masyarakat. Menulis dapat menyebabkan manusia untuk berkomunikasi dengan lainnya yang belum pernah saling bertemu. Kemampuan berpikir melalui kata-kata manusia dapat menganalisis, menyelesaikan masalah, merencanakan ke depan dan
mencipta sesuatu.
Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan linguistik mencakup empat
aspek yang saling berkaitan satu sama lain yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

D. Kecerdasan Musikal
kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk dan suara musik, kepekaan terhadap ritme, melodi dan intonasi serta kemampuan memainkan musik instrumen.
Berikut beberapa ciri-ciri kecerdasan musikal, antara lain:
1. Tertarik pada suara.
2. Suka menari dan bernyanyi.
3. Memiliki ritme yang baik.
4. Terampil dalam memainkan beberapa instrumen.
5. Bersemangat dengan segala hal terkait musik.
6. Memiliki kemampuan mengingat lagu dengan mudah.
7. Memiliki pemahaman tinggi tentang struktur musik, nada, dan ritme.

E. Contoh Kecerdasan Musikal
kesimpulan bahwa anak yang memiliki kecerdasan dalam bidang musik umumnya menikmati bermain alat musik, bernyanyi, peka terhadap suara, memahami nuansa dan emosi yang terkandung di dalam lagu, dan mampu menciptakan suara atau musik dengan ritme dan pola tertentu dari benda-benda di sekitarnya. Dari ciri-ciri di atas, contoh kecerdasan musikal biasanya anak memiliki gaya belajar dengan media pendengaran atau suara.

F. Cara Menstimulasi Kecerdasan Musikal Anak
Berikut cara menstimulasi kecerdasan musikal anak:
1. Bermain alat musik
Bermain alat musik adalah kegiatan terbaik untuk meningkatkan kecerdasan dalam bidang musik anak Ibu. Sebagai permulaan, berikan Si Kecil instrumen sederhana seperti stik, drum, atau rebana.
Ketika usianya sudah bertambah lebih besar, Ibu dapat meningkatkan minat Si Kecil dengan belajar alat musik cello, gitar, piano, biola, atau lainnya.
Bermain alat musik dapat memberikan wadah bagi Si Kecil untuk mengekspresikan diri dengan percaya diri.
Permainan yang melibatkan aktivitas fisik akan membantu Si Kecil untuk meningkatkan kemampuan motoriknya. Selain itu juga, memainkan alat musik akan melatih rasa percaya diri Si Kecil untuk tampil di depan orang lain.
Bermain alat musik juga memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana cara memainkan alat musik dan dapat mengembangkan kecerdasan musikal, selain itu juga dapat mengembangkan minat anak untuk mendalaminya.
2. Bernyanyi bersama
Bernyanyi bersama adalah kegiatan yang mendukung memori gema Si Kecil. Kata-kata berima dapat membantu Si Kecil mengingat konsep atau mata pelajaran di sekolah, dan mengembangkan keterampilan bahasa.
3. Ikutkan kursus musik
Mendaftarkan Si Kecil kursus musik juga bisa menjadi pilihan baik agar teknik bermusik dipelajari langsung dari orang yang profesional dan kemampuannya semakin terasah. Di sisi lain, belajar musik juga menyumbang manfaat kognitif untuk Si Kecil, seperti membantu konsentrasi, menguatkan memori, disiplin diri, dan kepercayaan diri.
4. Ajak anak ke pertunjukan seni
Salah satu manfaat besar dari menghadiri acara seni seperti konser musik atau paduan suara anak-anak adalah memperluas pengetahuan musik Si Kecil. Dari menonton pertunjukan seni, Si Kecil bisa mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan bakat musik mereka. Selain itu, menonton pertunjukan seni bersama keluarga juga dapat lebih membangun ikatan orangtua-anak dan menghilangkan kepenatan.

Postingan populer dari blog ini

Hakikat belajar Aud kelompok 4

Pendekatan Pembelajaran Anak Usia Dini

Sejarah Pendidikan Anak Usia Dini